Minggu, 25 Desember 2011

SENYAWA KARBON DAN GUGUS FUNGSI



A. JUDUL     :     SENYAWA KARBON DAN GUGUS FUNGSI

B.  TUJUAN  :

1.   Menentyukan unsure unsur yang terdapat pada senyawa karbon melalui analisis kualitatif
2.   Mengidentifikasi gugus fungsi yang terdapat pada senyawa karbon

C. DASAR TEORI
Senyawa karbon terbentuk dari beberapa unsure saja seperti C,H,O,N,S,P dan Halogen, tetapi macam senyawa karbon dapat begitu banyak. Hal ini disebabkan oleh :
1.   Kemampuan senyawa karbon dalam berikatan (ikatan kovalen) membentuk rantai karbon yang sangat beragam
2.   Adanya geljala ionisasi pada senyawa karbon. Senyawa karbon dengan rumus molekul yang sama dapat membentuk senyawa senyawa yang berlainan karena rumus struktur yang berbeda dan sifat yang berbeda pula.
Untuk mempelajari senyawa karbon yang ebgitu banyak, maka senyawa karbon dikelompokkan menjadi berdasarkan rantai karbonnya dan berdasarkan gugus fungsi yang dikandungnya.
Seperti halnya pada senyawa lain, analisa senyawa karbon juga terdiri dari analisa kualitatif dan analisa kuantitatif.
Analisa kualitatif pada senyawa karbon bertujuan untuk menentukan macam senyawa karbon, unsure unsure ddan gugus fungsi yang dikandungnya.
Analisa kuantitatif senyawa karbon bertujuan untuk menentukan sifat fisis, tes kualitatif unsure, tes kelarutan, tes identifikasi gugus fungsi dan penetuan derivate.
                             **(Modul Praktikum Kimia Dasar 2)

Senyawa turunan alkana merupakan suatu senyawa yang berasal dari golongan alkana dengan satu atom atau lebih atom H-nya diganti oleh atom atau gugus fungsi tertentu.
Gugus atom pengganti pada atom h pada alkana ini mempunyai cirri khas dan mengakibatkan perbedaan sifat pada alkana yang tersubtitusi tersebut. Gugus atom pengganti ini disebut juga gugus fungsi yang berarti gugus penetu sifat.
Sifat etana sangat berbeda dengan sifat etanol. Perbadaan ini diakibatkan oleh gugus atom pengganti H yang terikat pada kesamaan gugus funsinya.
a.  Gugus fungsi –OH (alcohol/alkanol)
Senyawa turunan alkana yang satu atom H-nya diganti oleh gugus –OH yang disebut dengan alcohol atau alkanol.
Contoh  : Etanol banyak terdapat pada spritus dan pada minuman beralkohol.
Berdasarkan letak dari gugus fungsinya, akohol dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
·         Alkohol primer
Terjadi bila gugus fumgsi –OH terikat pada atom C primer
·         Alkohol sekunder
Terjadi bila gugus fungsi –OH terikat pada atom C ssekunder
·         Alkohol tertier
Terjadi bila gugus fungsi -OH terikat pada atom C tertier

b.   Gugus fungsi Eter (alkoksi alkana)
Adalah turunan alkana dengan rumus umum R-O-R dengan gugus fungsional –O- yang terikat pada gugus alkil. Gugus alkil dapat sama dan dapat juga berbeda.

c.  Gugus fungsi Aldehid
Senyawa dengan gugus fungsi –CHO disebut dengan aldehid atau alakanal.
Contoh senyawa aladehid yang paling banyak digunakan adalah Formaldehid atau formalin (HCHO)

d.  Gugus fungsi Keton (alkanon)
Merupakan turunan alkana dengan gugus fungsi karbonil. Contoh keton yang paling banyak digunkan adalah aseton pada pembersih cat kuku.

e.  Gugus fungsi asam karboksilat (asam alkanoat)
Merupakan turunan alkana dengan gugus fungsi COOH. Contoh asam karboksilat yang paling banyak dijumpai dalam kehidupan sehari hari adalah asam cuka.

f.   Gugus fungsi ester
Merupakan senyawa turunan alkana dengan rumus umum                       R-COO-R

g.   Gugus fungsi –X (halo Alkana)
Senyawa senyawa halo alkana sangat banyak digunakan pada dunia industry. Contohnya adalah Freon, yang digunakan pada mesin pendingin.
                       **(Emi Sulami,Dkk . KIMIA . Hal 2 - 4)


D. ALAT DAN BAHAN
1.   ALAT ALAT
·         Tabung Reaksi (10)



·         Rak tabung reaksi (1)



·         Penjepit tabung (1)





·         Pipa pengalir (1)



·         Kaki tiga (1)



·         Pembakar (1)



·         Gleas kimia 100 ml (1)



·         Pipet tetes (5)





2.   BAHAN BAHAN
·         Urea
·         Serbuk CuO
·           0,1 M
·              0,01 M
·         Minyak kelapa
·         Etanol ()
·         Larutan glukosa
·         Larutan Fruktosa
·         Tertier butanol
·         Fehling A  dan fehling B
·          glacial
·           pekat

E.  PEMBAHASAN

Senyawa karbon terbentuk dari beberapa unsure saja seperti C,H,O,N,S,P dan Halogen, tetapi macam senyawa karbon dapat begitu banyak.
Pada analiisa kualitatif, identifikasi unsure unsure yang terdapat pada senyawa karbon dilakukann dengan mengubah unsure unsure yang saling teikat menjadi senyawa lain yang dapat di identifikasi dengan mudah.
Unsure karbon dan hydrogen dioksidasi menjadi karbon dioksida dan air. Sedangkan identifikasi gugus fungsi senyawa karbon dilakukan dengan mereaksikan senyawa karbon tersebut dengan pereaksi tertentu.

a.  Analisa kulaitatif unsure C dan H
Dalam menganaliisa secara kualitatif unsure C dan H, langkah langkah yang kami tempuh adalah sebgai berikut :
1.    Menyediakan tabung reaksi yang berisi Urea dan serbuk Cuo yang kering
2.    Mengisi tabung reaksi lain dengan Ba(OH)  0,1 M kemudian dipanaskan.
Dan hasil yang kami dapatkan adalah, pada tabung yang berisi  Urea dan serbuk CuO kering menghasilkan uap dan pada ba(OH)  terjadi penguapan dan terdapat gelembung gelembung.
b.  Ikatan tak jenuh
Dalam mengidentifikasi gugus fungsi pada ikatan tak jenuh, langkah langkah yang kami lakukan adalah    :
1.    20 tetes minyak kelapa dilarutkan kedalam 10 tetes tertier butanol
2.    Menambahkan KMnO4 0,01 M tetes demi tetes
3.    Mengocok untuk setiap kali penambahan
4.    Mengamati perubahannya
Dan hasil yang kami dapatkan adalah, minyak kelapa yang tidak menyatu dengan tertier butanol, setelah dipanaskan larutan KMnO4 membentuk endapan dan berupa serbuk serbuk halus yang berwarna hitam.
c.  Esterifikasi
Dalam pengamatan proses esterifikasi, langkah langkah yang kami lakukan adalah sebagai berikut :
1.    Mengukur 2 ml Etanol
2.    Menambahkan CH3COOH glacial
3.    Menambahkan H2SO4 pekat
4.    Mencampurkan ketiga larutan tersebut
5.    Memanaskannya
Dan hasil yang kami dapatkan adalah, larutan yang semulanya baunya sangat menyengat, setelah dipanaskan bau menyengatnya sudah mulai berkurang

F.  JAWABAN TUGAS
a.  Tugas Pra Praktikum
1.    Tuliskan persamaan reaksi dari setiap percobaan yang dilakukan !!
2.    Apa fungsi CuO pada analisa C dan H !!
3.    Apakah yang dimaksud dengan gugus fungsional ??
4.    Gugus fungsi apakah yang terdapat pada glukosa dan fruktosa ?? serta apakah yang menjadi prinsip reaksi pembeda gugus fungsi pada percobaan yang anda lakukan ??

Jawaban

1.    Persamaan reaksi
§  Analisis kualitatif unsure C dan H





§  Ikatan tak jenuh





§  Esterifikasi




2.   Fungsinya adalah agar terjadi penguapan yang berupa titik air hitam, dan kemudian uap uap ini mengembun dan mengalir kedalam larutan Ba(OH)  , sehingga larutan menjadi keruh. Hal ini diakibatkan oleh karbon.
3.   Gugus fungsional adalah atom yang menentukan struktur dan sifat golongan suatu senyawa karbon.
4.   Gugus fungsional yang terdapat pada glukosa adalah Aldehid, sedangkan yang terdapat pada fruktosa adalah Keton.


b.  Tugas Pasca Praktikum

1.   Mengapa CuO yang digunakan pada analisis kualitatif unsure C dan H harus betul betul kering ??
2.   Jelaskan analisa kualitatif unsure N dan S ??
3.   Bagaimana menjelaskan bahwa minyak kelapa yang dianalisis dengan KMnO4 memiliki ikatan rangkap, berdasarkan perubahannya !!
4.   Apakah adanya air dapat mengganggu reaksi identifikasi alcohol dan logam natrium ??
5.   Pereaksi apa yang dapat digunakan untuk membedakan aldehid dan keton, selai pereaksi fehling A dan fehling B ??
Jawaban
1.   CuO yang digunakan harus benar benar kering agar mendapatkan senyawa yang benar benar teranalisis.
2.    Analisa kualitatif unsure N dan S adalah sebagai berikut :
·         Unsur S diubah menjadi ,bila larutan diteteskan pada sepotong perak yang berbentuk yang berwarna hitam.
·         Pembuktian unsure N, zat yang dipanaskan dengan logam Na sehingga terbentuk NaCN dengan menambah sedikit air yang disaring dan akhirnya terbentuk endapan baru yang membuktikan adanya unsure N.
3.    Memiliki ikatan rangkap dengan perubahan, dimana sebagai oksidator dan reaksi yang terjadi menyatakan adanya ikatan rangkap tak jenuh.
Terjadinya oksidasi mengakibatkan adanya endapan.
4.     Ya.
Karena air dapat bereaksi dengan Alkohol dan Natrium, sehingga hal ini dapat mengganggu reaksi identifikasi Alkohol dengan Natrium.
5.   selain pereaksi fehling A dan fehling B, untuk membedakan Aldehid dan Keton dapat menggunakan Cermin perak.

G. KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah kami lakukan kami dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut     :
1.    Senyawa kerbon terbentuk atas beberapa unsure saja yaitu C, H, O, N, S, P dan Halogen, namun macam macam senywa karbon sangat banyak.
2.    Identifikasi unsure unsure yang tterdapat pada senyawa karbon dilakukan dengan mengubah unsure unsure yang saling terikat menjadi senyawa lain sehingga dapat diidentifikasi dengan mudah.
3.    Identifikasi gugus fungsi senyawa karbon dilakukan dengan mereaksikan senyawa karbon tersebut dengan pereaksi tertentu.

H. KEMUNGKINAN KESALAHAN
Hal hal yang mungkin terjadi adalah sebagai berikut       :
1.    Kesalahan dalam mengukur berat Serbuk CuO dan Urea,
2.    Kesalahan dalam mengukur jumlah larutan yang akan digunakan.

DAFTAR PUSTAKA

Sulami, Emi Dkk . 2009 . KIMIA semester 2 . Klaten ; Intan Pariwara
Team Teaching Kimia Dasar 2 . 2011 . Modul Praktikum Kimia Dasar 2 . Gorontalo ; Lab Kimia Universitas Negeri Gorontalo


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar